Peternak

Di JAPFA, kami memberikan dukungan kepada mitra peternak unggas dan peternak akuakultur melalui bantuan teknis dan program peningkatan keterampilan di mana kami dapat mendukung mereka dengan keahlian dan pengalaman kami. Tujuannya adalah untuk mengembangkannya sehingga kita dapat tumbuh lebih kuat bersama-sama dan berkontribusi untuk membangun industri unggas dan akuakultur yang lebih baik di Indonesia.

Peternak Unggas
Petani memainkan peran penting dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan. Namun banyak dari mereka menghadapi tantangan terkait aspek teknis pertanian, seperti akses terhadap teknologi atau teknik pertanian terkini.

Sebagai perusahaan solusi total, kami berperan untuk mendampingi mereka agar dapat tumbuh menuju kesejahteraan bersama
bersama kami. Pada tahun 2022, Japfa membantu lebih dari 8.000 mitra peternak unggas melalui skema kemitraan peternak unggas kami. Kemitraan ini memberikan mitra peternak akses terhadap pasokan Day Old Chicks (DOC), pakan, obat-obatan dan berbagai bantuan teknis.

" Saya bermitra dengan JAPFA sejak tahun 2014. Melalui kemitraan ini, penghasilan saya dapat meningkat dan saya bahkan dibantu dengan pemberian referensi agar saya memperoleh pembiayaan dari bank untuk perluasan kandang. Kapasitas kandang saya meningkat hampir lima kali lipat—sebelum bermitra dengan Japfa, kapasitas kandang saya hanya 13.000 ekor, kini kapasitasnya sudah mencapai 62.000 ekor.

Saya semakin percaya diri dalam menjalankan bisnis ini karena Japfa siap sedia membantu saya melalui pendampingan rutin dan juga pemberian solusi berbasis teknologi agar performa peternakan saya juga meningkat. Pihak Ciomas sigap, tidak menundanunda bantuan saat saya mengalami kendala, dan juga mau mendengarkan masukan dari saya. Komunikasi berjalan dengan lancar. Selain kunjungan rutin, JAPFA juga melaksanakan pelatihan dan sarasehan agar para peternak mitra dapat saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman.

JAPFA juga memfasilitasi penanganan limbah agar dapat dimanfaatkan kembali. Sebagai contoh, limbah kotoran ayam dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai pupuk, sedangkan karung pakan dapat digunakan untuk membungkus limbah sekam dan kotoran ayam yang akan diangkut oleh masyarakat sekitar. Jika saya kesulitan dalam menangani limbah peternakan, pihak Ciomas memberikan referensi kepada saya agar ada pihak yang dapat memanfaatkan limbah tersebut.

H. Solihin

 

" Saya sebelumnya bekerja di bidang asuransi, lalu banting setir mencoba berbagai usaha, tapi pandemi COVID-19 mematikan usaha saya. Lalu saya mencoba usaha lain di bidang perunggasan karena saya memiliki lahan tidur. Saya mencari tahu perusahaan yang mau bermitra dengan orang yang mau merintis bisnis ayam. Dari hasil googling, saya mengetahui Japfa masuk perusahaan lima besar di Indonesia dan saya pun akhirnya berkenalan dengan pihak JAPFA. Sebelumnya, saya tidak punya pengalaman dalam bisnis perunggasan, tapi saya mendapatkan banyak ilmu dan inspirasi selama bermitra dan bekerja sama dengan Ciomas.

Kini, sejak bermitra dengan JAPFA dari tahun 2021, saya melihat terdapat peningkatan dari periode 1 sampai periode 3 dan sudah mencapai kapasitas penuh sebanyak 45.000 ekor ayam. Selama bermitra saya banyak dibantu dan didampingi dalam setiap kendala. Saya bisa dengan mudah berkonsultasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan semua informasi diberikan, terutama karena saya belum memiliki banyak pengalaman dalam bidang perunggasan. Dengan skema kemitraan ini, saya senang karena bisa berbagi risiko, terutama saat pemasaran sehingga kerugian bisa dihindari.

Bersama JAPFA, saya mendapat pelatihan secara langsung (learning by doing) di mana selalu ada reviu setiap selesai panen dan briefing untuk meningkatkan performa kandang. Saya diundang ke kandang peternak mitra lain sebagai acuan yang dapat diterapkan di kandang saya, di antaranya cara pemberian pakan, pemeliharaan ayam yang baik dan cara penanganan ayam saat panen.

JAPFA juga memberikan arahan-arahan untuk mengelola limbah kandang, misalnya menggunakan karung bekas untuk membungkus limbah sekam agar mudah diangkut. Selain itu, saya memperoleh arahan untuk menjualnya agar dapat bermanfaat bagi pihak lain."

H. Edwin

 

Petani Akuakultur
Kami membentuk inisiatif kolaborasi khusus yang disebut Kawasan Vannamei STP atau STP Vannamei Area (disingkat KAVAS) untuk petambak udang konvensional skala kecil. Melalui skema ini, para petani menyediakan kolam dan tenaga kerja, sementara kami menyediakan benih udang, pakan dan bimbingan teknis mengenai operasi budidaya perikanan yang tepat dan penerapan teknologi. Lebih dari 100 petambak udang menjadi bagian dari program ini.

Rincian lebih lanjut mengenai inisiatif kami dapat dilihat dalam laporan keberlanjutan terbaru kami Pada tahun 2022, Japfa Group menetapkan Target Keberlanjutan dan Perusahaan berkomitmen untuk mendukung target tersebut. Sebagai bagian dari komitmen kami untuk mengembangkan petani, kami memasukkan peningkatan jam Pelatihan yang diterima oleh petani kontrak dalam salah satu target sosial kami. Detailnya dapat dilihat di (Tautan ke Target Keberlanjutan)

Kembali