Program SAIL STP dan Kampus Merdeka, Sinergi untuk Majukan Dunia Pendidikan

26 Agustus 2021

Program SAIL STP dan Kampus Merdeka, Sinergi untuk Majukan Dunia Pendidikan
(STP, Kemendibudristek RI dan KKP RI Lepas Peserta SAIL Shrimp Farm Techician)

Jakarta, 26 Agustus 2021 – Hari ini, PT Suri Tani Pemuka (STP) anak usaha JAPFA melepas para mahasiswa terpilih untuk melaksanakan program magang di 40 lokasi operasional perusahaan di berbagai daerah di Indonesia. Bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek RI), STP berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi melalui program Synergized Aquaculture Innovative Learning (SAIL) dan Kampus Merdeka. Kolaborasi dalam program ini memfasilitasi para mahasiswa/i untuk dapat melakukan praktik kerja lapangan di lingkungan kerja perusahaan untuk belajar langsung bersama para ahli yang ada di perusahaan sebagai mentor.

Acara pelepasan yang berlangsung secara virtual ini dihadiri juga oleh Dr. TB. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc., Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Prof. Aris Junaidi, Ph.D., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Riset Riset dan Teknologi RI, Prof. Dr. Ir. Maftuch, M. Si., Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, dan Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc. PhD, Dekan Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro.

Kampus Merdeka sendiri merupakan program yang diinisiasi oleh Kemendikbudristek RI, sebuah program kesiapan karir yang komprehensif guna mempersiapkan generasi terbaik Indonesia, di mana mahasiswa dapat mempelajari kompetensi yang spesifik, praktis dan dibutuhkan di masa depan. Dalam program Kampus Merdeka ini, STP berperan sebagai salah satu mitra pemerintah dengan menawarkan SAIL yang merupakan sebuah program studi independen bersertifikat untuk meningkatkan keterampilan dan ketangkasan calon Shrimp Farm Technician.

Dalam sambutannya mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Dr. TB. Haeru Rahayu, A.Pi, M.Sc., Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI menyampaikan, “KKP RI memiliki 3 program terobosan dimana pada program Pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan, kami menjadikan budidaya udang sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Program budidaya udang ini dapat sukses jika didukung oleh sumber daya manusia yang memadai dan kompeten. Apresiasi kami berikan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta PT Suri Tani Pemuka yang telah menginisiasi program ini.”

Pada kesempatan yang sama, Ardi Budiono, Direktur Utama STP menyampaikan, “Kami menyambut baik kesempatan yang diberikan untuk bersinergi menjembatani permasalahan antara dunia industri dan akademis, dimana perusahaan kian hari kian sulit menemukan lulusan yang siap beradaptasi dan berkompetisi sejalan dengan pengembangan bisnis Akuakultur. Kami berharap, kedepannya dapat bergerak bersama generasi muda untuk memajukan dunia akuakultur Indonesia.”

Program SAIL – Shrimp Farm Technician STP akan dilaksanakan selama 5 bulan, dimulai pada September 2021 – Januari 2022 mendatang. Terdapat 68 peserta magang terpilih dari total 766 pelamar, yang nantinya akan didampingi secara intensif oleh 44 mentor profesional, baik pada saat kelas training, maupun praktek kerja lapangan langsung. Pada program ini, peserta akan dikenalkan dengan industri tambak udang/ budidaya udang vannamei yang merupakan komoditas unggulan dari sektor kelautan dan perikanan. Kemudian mereka akan diminta untuk memberikan ide-ide inovatif untuk meningkatkan capaian produktivitas budidaya udang vannamei tersebut.

Program SAIL ini juga sejalan dengan nilai perusahaan, purposeful dan responsible, dimana perusahaan selalu mempertimbangkan untuk memberikan nilai tambah kepada stakeholders untuk memajukan program pemerintah dan bertanggung jawab untuk bisa memajukan industri akuakultur melalui future leaders.

Dengan adanya kolaborasi yang terjalin ini, diharapkan dapat membekali dan memperluas wawasan mahasiswa serta memperkaya keahlian mereka di bidang budidaya perairan.” pungkas Ardi Budiono.

Kembali